[Student Speak Up 8]Microsoft Izinkan Skype dan SkyDrive Disadap, Terungkap

Mengejutkan, tapi inilah yang terjadi. Edward Snowden, mantan pegawai Badan Intelijen CIA kembali membocorkan dokumen rahasia ke media-media internasional. Kali ini dia mengungkapkan bahwa telepon para petinggi pemerintahan Indonesia disadap oleh Badan Intelijen Australia sekitar tahun 2009 lalu. Berita ini menuai reaksi keras dari masyarakat Indonesia dan dianggap sebagai perbuatan yang fatal.

Masih hangat dengan isu penyadapan, Snowden kembali menggebrak dunia internasional terkait dokumen yang ia bocorkan kepada harian Guardian yang mengungkapkan tingkat kerja sama antara Silicon Valley dan badan-badan intelijen Amerika dalam tiga tahun terakhir. Dokumen tersebut antara lain menunjukkan, Microsoft membantu NSA untuk membaca percakapan di portal baru Outlook.com dengan memberikan kode rahasia perusahaan. NSA mempunyai akses pada Outlook.com termasuk Hotmail sebelum pesan-pesan itu ditulis dalam bentuk kode (encrypted). Microsoft bekerja sama dengan FBI tahun ini agar NSA mendapat akses yang lebih mudah melalui Prism ke gudang data SkyDrive yang mempunyai 250 juta pemakai di dunia. Microsoft juga bekerja sama dengan FBI agar badan intelijen ini “mengerti” isu-isu yang potensial di Outlook.com yang memperbolehkan pemakai menggunakan alias untuk e-mail mereka.

Seperti dikutip dari kompas.com, Dalam sebuah pernyataan Microsoft mengatakan, “Bila kami meningkatkan kemampuan (upgrade) dan memperbarui produk-prudok kami, kami tidak terbebas dari keharusan menaati hukum yang berlaku, baik kini maupun hari ke depan.” Microsoft menekankan kembali argumennya bahwa mereka memberikan data-data pelanggan “hanya sebagai respons terhadap permintaan pemerintah, dan kami hanya melayani permintaan atas alamat atau identitas khusus”. Sungguh sebuah fakta yang mengejutkan.

 [box type=”shadow”]

Link Sumber Berita

[/box]

Nah, menurut Ka Dewi Arita, Student-Speaker kita kali ini tindakan penyadapan para petinggi pemerintahan Indonesia oleh Australia bukanlah hal yang asing lagi mengingat semakin majunya teknologi dan rumitnya strategi politik ditengah misi-misi pribadi yang ingin dicapai oleh suatu negara. Dan bukan hal yang asing pula jika sebuah badan intelijen mengorek informasi dengan cara-cara yang invisible. Jika dilihat dari sisi privasinya, ini merugikan bagi Indonesia karena kita menganggap mereka “menguping” pembicaraan yang sebenarnya bukan ranah mereka untuk diketahui. Apalagi jika yang dibicarakan adahal hal-hal yang sifatnya rahasia seperti masalah keamanan Negara dan sebagainya mengingat yang menjadi obyek penyadapan adalah para petinggi pemerintahan. Memang tak salah jika pemerintah Indonesia langsung merespon dengan memulangkan Dubes RI untuk Australia dan mendesak PM Australia, Tony Abbot untuk segera meminta maaf terkait hal ini. Menurut saya, poin penting yang perlu diusut adalah dalam konteks apa penyadapan ini dilakukan. Namun hal ini juga bisa dikatakan sebagai tamparan bagi insan telekomunikasi di Indonesia atas bocornya saluran komunikasi.

“Tapi, semoga dengan hal ini, Indonesia tak hanya menyalahkan Australia atas tindakannya namun juga melakukan perbaikan diri guna meminimalisir dampak negatif dan menghindari hal yang sama terjadi di kemudian hari”, begitu tuturnya.

Selain itu, terkait isu penyadapan data di beberapa penyedia layanan sosial seperti Skydrive, Skype, Outlook.com memang tak bisa dihindari karena keterbatasan fungsional. Karena internet memang tidak selamanya menguntungkan termasuk apa yang terjadi di balik layar lalulintas-data. Penyedia layanan seperti Google, Microsoft, Yahoo yang mendominasi arus data di internet tentu memiliki akses yang besar terhadap informasi yang disebar para penggunanya. Apalagi jika mereka sebagai perusahaan mendapatkan permintaan dari pemerintah atau instansi berwenang lainnya untuk memberikan data ataupun akses ke database, dan mungkin mereka tak dapat menolaknya. Dan resiko kerugian terbesar adalah pada para pengguna.

“Jika kondisinya demikian, kita sebagai user-lah yang seharusnya lebih jeli dalam berkomunikasi dan bertransaksi elektronik agar tidak terjebak pada situasi yang sulit untuk dituntut. Informasi yang di-upload ke internet juga harusnya dipilah lebih dulu untuk mengindari pencurian dan penyalahgunaan data di masa mendatang. So..Be a smart-user, guys!”


Team Redaksi : Ka Yayan Adipraja

3 thoughts on “[Student Speak Up 8]Microsoft Izinkan Skype dan SkyDrive Disadap, Terungkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *