[Student Speak Up 9] Asal Comot Foto di Twitter Denda 14 Millyar!

1

Fenomena ini benar-benar terjadi di kota New York. Cerita bermula dari seorang fotografer lepas Daniel Morel yang memotret berbagai kondisi pasca bencana alam gempa bumi di Haiti tahun 2010. Dia menjual foto-foto ini ke beberapa media besar seperti New York Times dan majalah Time. Tidak hanya itu Daniel juga mengupload foto-foto ini ke akun Twitter miliknya.

Nah kemudian foto yang dishare di twitter ini dicomot oleh perusahaan stok foto Getty Images dan kantor berita Agence France-Presse (AFP) tanpa seizin Daniel. Parahnya foto ini diperjual belikan oleh pihak AFP dan Getty Images.

Karena merasa dirugikan, akhirnya Daniel menggugat AFP dan Getty Images untuk membayar denda atas pencurian foto. Tapi saat dimeja hijau AFP membatah, menurut perusahaan itu setiap foto yang dibagikan di Twitter adalah bebas dan gratis untuk digunakan. Padahal sudah jelas di peraturan Twitter bahwa setiap foto di Twitter hanya boleh di retweet, bukan diambil lalu diperjualbelikan apalagi tanpa ijin.

Akhirnya pada Minggu 24 November kemarin, pengadilan kota New York memenangkan Daniel Morel sehingga Daniel mendapat uang dari AFP sebesar USD1,2 juta atau sekira Rp14 miliar (kurs Rp11.722 per USD). Amazing kan?


raziann

Speaker : Kak M. Razian N

Fenomena denda seperti itu sudah banyak terjadi, menurut saya berbagai macam fenomena denda sudah menjadi hal yang wajar karena itu terkait dengan hak kepemilikan dan itu sudah ada UU yang mengaturnya. Memang sekilas saat melihat judulnya saja kita seakan-akan berhenti bernafas. Ini mungkin menjadi berita yang fantastis bagi orang yang mendengarnya.

“Ambil foto di twitter didenda 14 miliar?”

Kalau fenomena ini terjadi di Indonesia mungkin itu akan menjadi sebuah rekor tersendiri, dan tentunya akan berdampak positif untuk rakyat Indonesia. Masyarakat Indonesia akan semakin sadar pentingnya menghargai privasi orang lain di dalam dunia elektronik dan memahami UU ITE di Indonesia.

Seandainya saya menjadi Daniel Morel, saya juga akan bertindak seperti apa yang telah dilakukan Daniel karena bagaimanapun foto itu adalah hak milik saya. Kenapa orang lain bisa mengambil keuntungan dari foto saya, sedangkan saya sendiri tidak. Tentu saja saya akan merasa dirugikan.

Setiap negara atau lembaga pasti mempunyai UU ITE sendiri dan juga lembaga pasti mempunyai hak paten dan aturan-aturan, jadi sepadan tidaknya uang 14 miliar tergantung UU ITE di negara tersebut. Kalau di Indonesia sendiri jika terjadi hal fenomena seperti itu, denda 14 miliar memang terlalu berlebihan karena UU ITE Indonesia denda maksimal tentang ITE maksimal denda 12 miliar.

Oh iya tips untuk teman-teman, ada baiknya jika teman-teman paham tentang peraturan di socmed yang teman-teman pakai. Jangan cuma mau eksis doang, tapi kenali dan pahami peraturannya biar kita tidak dirugikan atau merugikan orang lain. Dan jika ingin mengambil atau melakukan apapun pada foto milik orang lain, sebaiknya kita ijin terlebih dahulu.  : )


[box type=”shadow”]

Sumber berita http://techno.okezone.com/read/2013/11/25/55/902447/awas-curi-foto-di-twitter-denda-rp14-m


[/box]

Team Redaksi : Kak Retno dkk.

One thought on “[Student Speak Up 9] Asal Comot Foto di Twitter Denda 14 Millyar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *