[Teacher Speak Up 1] Hacker Indonesia Dimanfaatkan Negara?

Sebaiknya ‘Hacker’ Dimanfaatkan Negara

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah hacker yang banyak, tidak hanya banyak namun cukup ditakuti oleh beberapa negara lain karena aksinya. Agar aksi hacker ini tidak menimbulkan kegaduhan maka timbul sebuah opini bahwa “bagaimana jika hacker yang ada di Indonesia dibina dalam sebuah lembaga negara salah satunya departemen pertahanan nasional?”

[box type=”shadow”]Link Sumber Berita[/box]

pak anam

Speaker : Muhammad Badriatul Anam (Dosen Teknik Informatika UTY)

Bagaimana pendapat Pak Anam tentang hacker di Indonesia?
Hacker Indonesia itu hebat-hebat, contoh ada Jim Geovedi yang bisa ngehack satelit, ada Raditya Iryandi, dan lain-lain. Tapi masih banyak pemula / lamers yang ngehack situs asal lalu diposting di Web / Facebook seolah-olah sudah merasa hebat, padahal yang dihack memang bukan web yang keamanannya tinggi. Karena di Indonesia sendiri orang memang ‘kepinginnya eksis mulu’, ya jadilah yang menjamur adalah cracker-cracker lamers seperti tadi. Setelah ngehack langsung ‘show off’.
Bagaimana pendapat Pak Anam tentang serangan hacker Indonesia ke Australia baru-baru ini?
Sangat salah sasaran, karena yang dihack merupakan web orang jualan, organisasi nonprofit, atau organisasi keagamaan di Australia, yang merupakan web pemerintah hanya beberapa. Setelahnya pasti Hacker Indonesia yang sudah ngehack langsung show off ke masyarakat seluruh Indonesia kalau dia berhasil ngebobol website Australia ‘show off’. Coba lebih fokus untuk monitor web pemerintah Australia dan tidak perlu terlalu ‘show off’.
Bagaimana pendapat Pak Anam jika nantinya hacker Indonesia dibawah kendali departemen pertahanan nasional?
Kalau saya sih setuju-setuju saja asal tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berkepentingan (dipolitisir gitu lah). Kemarin sewaktu seminar ‘Cyber Security’ itu pihak mabes polri juga sudah ‘show off’ kalau mereka itu bisa melacak hacker / cracker yang melakukan perusakan meskipun sudah pake ssh, tunneling, private server, dan sebagainya karena polri udah beli alatnya (dari negara Israel), hanya saja memang sumber daya yang bisa untuk menggunakannya hanya sedikit. Nah kalo hacker Indonesia yang hebat-hebat dimanfaatin sama negara kan malah bermanfaat tuh. Kalau perlu ada revisi Undang-Undang Dasar, hacker dan cracker yang jago dipelihara oleh negara (masukin dah di Pasal 34 juga, he he…)
Team Redaksi : Ka Mahendra dan Ka Rois

10 thoughts on “[Teacher Speak Up 1] Hacker Indonesia Dimanfaatkan Negara?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *