[Student Speak Up 15] Domain .id resmi dirilis 20 Januari

Kabar gembira bagi yang nungguin rilisnya domain anything.id. 20 Januari ini, Country code top level domain (CCTLD) Indonesia itu akan mulai dijual pada 20 Januari 2014 oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi).

Dengan mulai dijualnya .id, pengguna bisa mendaftarkan alamat URL dengan akhiran .id. Sebagai contoh, portal berita Kompas.com dan platform blog Kompasiana.com bisa mengajukan alamat lain dengan Kompas.id dan Kompasiana.id. Nantinya, domain .id boleh digunakan oleh seluruh warga negara Indonesia, baik itu pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, sekolah, organisasi, dan individu. Domain .id juga boleh digunakan oleh institusi asing yang memiliki perwakilan di Indonesia dan pemegang merek asing yang terdaftar di Indonesia.

moh ari - CopyMoch Ari S, #StudentSpeaker kita kali ini menyambut baik berita ini. “Menurut saya sangat baik, hanya saja domain mempunyai tahapan untuk pemakai sebut saja pemakain pribadi, kelompok,  ataupun pemerintah. Satu lagi bagi pemegang institusi asing akan lebih diutamakan terlebih dulu.”


Salah satu Ketua Pandi [Pengelola Nama Domain Internet Indonesia] seperti dikutip dari kompas.com, Sigit Widodo mengatakan, domain .id bisa terdiri atas huruf (A sampai Z), angka (0 sampai 9) dan karakter (- atau hyphen). Penamaannya boleh berupa kombinasi huruf, angka dan karakter, boleh kombinasi huruf dan angka saja, serta boleh terdiri dari huruf semua atau angka semua.

domain-id

Pandi akan membuka pendaftaran nama domain .id dalam empat tahap dengan biaya yang berbeda. Berikut penjelasannya:

  • Tahap Sunrise (3 bulan, mulai 20 Januari sampai 17 April 2014) yang hanya dapat diikuti oleh perusahaan pemegang merek yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.
  • Tahap Grandfather (2 bulan, mulai 21 April sampai 13 Juni 2014) yang hanya dapat diikuti oleh pemegang second level domain yang sudah ada, seperti pemilik .co.id, .or.id, .go.id, .ac.id atau .sch.id.
  • Tahap Landrush (2 bulan, mulai 16 Juni sampai 15 Agustus 2014). Ini adalah periode berebut nama domain bagi semua warga negara dan institusi di Indonesia yang memenuhi syarat. Nantinya, pendaftar yang mengajukan penawaran tertinggi (biaya akuisisi tertinggi) berhak menggunakan domain .id yang didaftarkan.
  • Tahap General Availability (mulai 17 Agustus 2014). Di sini, semua warga dan institusi di Indonesia bisa mendaftarkan domain .id dengan prinsip “siapa cepat, dia dapat”, sebagaimana umumnya berlaku.

“Pendaftaran dan biaya migrasi domain .id termasuk mudah, tetapi biaya memang cukup mahal, menurut saya banyak respon tergantung marketing-nya nanti. Namun saya berharap nantinya domain ini bisa membuat bangsa indonesia bisa menggunakan domain .id dari berbagai kalangan, dari kalangan yang kecil sampai kalangan besar.

Link berita

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *