[Student Speak Up 19] Facebook Deal Beli WhatsApp dengan Rp 223 Triliun

Rabu 19 Februari 2014, kabar mengejutkan datang dari Facebook. Jejaring social terbesar di dunia ini kini mengakuisisi aplikasi pesan instan WhatsApp. Facebook harus merogoh kocek hingga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 223 triliun) demi WhatsApp. Sebelumnya, Facebook mengakuisisi Instagram senilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 9,1 triliun) pada awal April 2012. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook nampaknya rela mengeluarkan banyak uang demi produk yang dianggapnya punya masa depan. Bagaimana tidak, WhatsApp saat ini memiliki 450 juta pengguna bulanan, 70 persennya merupakan pengguna aktif. Setiap harinya, ada 1 juta pengguna baru yang mendaftar. Masa depan yang cukup menjanjikan bukan?
Fakta lain yang menarik adalah Brian Acton, Salah seorang pendiri WhatsApp ini ternyata pernah ditolak dalam hal lamaran pekerjaan oleh Facebook pada tahun 2009. Tapi kini, empat tahun setelahnya justru perusahaan Acton dibeli Facebook dengan harga yang fantastis. Sepertinya Acton sudah familiar dengan penolakan, kerja keras, dan kewirausahaan. TheNextWeb melaporkan bahwa Acton juga pernah ditolak oleh Twitter. Setelah ditolak oleh Facebook, Acton mulai membangun aplikasi WhatsApp bersama Jan Koum. Sama seperti Acton, Jan Koum juga merupakan mantan karyawan Yahoo!.
Sumber :http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2974/1/facebook.beli.whatsapp

Speaker: Ka’ Ridwan Riyanto
Bukan sesuatu yang mengherankan jika Facebook dapat membeli Instagram maupun WhatsApp. Tapi menurut saya pribadi 223 triliun merupakan harga yang sangat mahal. Sepeti yang saya baca di republika (http://www.republika.co.id), banyak pengamat menilai harga itu terlampau mahal. Karena, kalau dihitung-hitung WhatsApp saat ini memiliki lebih dari 450 juta pengguna bulanan dengan pendaftar baru mencapai satu juta setiap harinya. Ini artinya, Facebook membayar 42 dolar AS per pengguna. Namun, bagi Facebook uang yang dikeluarkan dirasa sepadan. Langkah itu konon disebut sebagai bagian dari strategi masa depan mereka.
Saya salut dengan Brian Acton. Penolakan-penolakan yang dia alami tidak membuat dia menjadi frustasi atau menyerah begitu saja, penolakan tersebut justru malah membuat dia termotivasi untuk dapat membuat perusahaan sendiri yang bahkan perusahaan yang pernah menolaknya pun kini berbalik membeli perusahaan yang dibuatnya. Pelajaran yang dapat saya ambil dari sini yaitu bahwa kita harus menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk mencapai kesuksesan.
Saya berharap setelah akuisisi ini facebook dapat menambah fitur yang lebih bagus dengan menggunakan whatsapp, agar keduanya dapat saling terhubung dan mempermudahkan kita untuk berkomunikasi dengan antar pengguna.

Tim Redaksi : Ka’ Retno dkk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *