[studentspeakup21] Nokia X Bukan Android Murni?

Seperti isu yang telah lama berhembus, Nokia akhirnya benar-benar meluncurkan smartphone ber-platform Android di tengah gencarnya upaya untuk memasyarakatkan Windows Phone. Seperti kita tahu sebelumnya, Nokia telah diakuisisi raksasa IT-company, Microsoft yang tengah gencarnya memasarkan brand Windows 8 maupun Windows Phone 8.

Menurut Septivan Eko Kurniawan, #StudentSpeaker kita kali ini menganggap kehadiran Nokia X sebagai langkah prospektif namun bisa menjadi boomerang tersendiri. “Langkah yang sangat brilian untuk kembali dipercaya dan mampu memberikan kenyamanan pasar untuk menggunakan produk Nokia lagi. Namun ini juga terkesan lucu karena sebelumnya mereka keukeuh untuk bertahan di jalur Windows Phone.”

Lalu seperti apakah sebenarnya kualifikasi ponsel berraga robot hijau dan berbaju kotak-kotak ini?

Seperti diketahui, meski menggunakan Android, Nokia X tidak menggunakan layanan Google, termasuk toko aplikasi Play Store. Sehingga, Nokia harus mendorong para pengembang aplikasi (developer) untuk memasukkan aplikasi Android-nya ke Nokia Store.

Salah satunya yang telah dilakukan adalah menyediakan platform SDK (software development kit) Nokia X bagi para pengembang yang ingin membuat aplikasi untuk Nokia X. Dalam situs tersebut, Nokia juga menyediakan fasilitas pengujian bagi file .apk para developer jika ingin mencobanya di platform Android Nokia.

Seperti kita ketahui, Nokia X dibangun berdasar Android Open Source Project dan memiliki custom API untuk in-app payment, HERE Maps, serta Nokia Notifications. “Mungkin bagi para developer Android, ini terkesan merugikan. Namun bagi yang ingin mengembangkan apps di Nokia X, ini adalah sebuah jembatan yang akan sangat memudahkan dalam pengembangannya.”

Nokia mengatakan bahwa sekitar 75 persen aplikasi Android yang saat ini terdapat dalam Google Play Store sudah bisa berjalan di Nokia X, tanpa membutuhkan modifikasi. Sementara sisanya, sekitar 25 persen aplikasi di Play Store saat ini belum bisa digunakan karena alasan ketergantungan terhadap layanan Google. Keterbatasan tersebut umumnya menyangkut pada fitur push notifications, maps, serta in-app payment yang masih menggunakan layanan Google. Agar bisa digunakan di Nokia X, aplikasi-aplikasi tersebut harus dioprek terlebih dahulu sehingga bisa terhubung dengan layanan milik Nokia sendiri.

“Meskipun jiwa Android di Nokia X kurang terasa karena ditiadakannya Play Store, masa depan ponsel ini dirasa cukup bagus mengingat dia membawa keunggulan sistem operasi open source dan kepercayaan vendor yang telah terbangun cukup lama, tutur Septivan.” Jadi kita tunggu saja gebrakan dan versi-versi terbaru si Nokia Hijau ini. J

Link berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *