[Student Speak Up 26] Hari Pendidikan, Saatnya bangkit bukan hanya sekedar momentum!

2 Mei, bertahun-tahun bangsa ini memperingatinya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bukan hanya tentang esensi menjadi lebih pintar lewat bangku sekolah, namun sejatinya ini lebih dari sekedar mewujudkan tujuan nasional bangsa ini.

Menurut Rhapsanty Propeliena, #StudentSpeaker kita kali ini, pendidikan merupakan sebuah jembatan bagi para insan pendidikan menuju masa depan yang lebih baik. “Hardiknas diperingati di setiap tanggal 2 Mei bukan tanpa alasan, saya lebih suka mengartikannya sebagai sebuah renungan, renungan untuk negeri ini tentang sampai sejauh mana kontribusi kita terhadap pendidikan itu sendiri. Karena sejatinya pendidikan diciptakan bertujuan untuk menjadikan para insan pendidikan kelak dapat membantu bangsa ini dalam setiap masalah yang dihadapi oleh bangsa ini, masalah kesejahteraan misalnya.”

Mencerdaskan kehidupan bangsa. Sungguh sebuah kalimat yang perlu disoroti dan dicamkan sebagai cambuk bagi ujung tombak pengendali Negara ini. Lalu, sejauh manakah tujuan ini berjalan?

Dikutip dari liputan6.com, “Tidak boleh ada anak di negeri yang karena memiliki kesulitan ekonomi, lantas tidak bisa bersekolah, mereka memiliki hak dan peluang sama, mereka juga memiliki cita-cita yang indah,” kata Presiden SBY dalam acara Silaturahmi Nasional Nasional Bidikmisi 2014 di Menara Bidakara, Jakarta (27/2/2014).

Pemerintah memang sudah meningkatkan kepedulian terhadap dunia pendidikan kita terlihat dari gelontoran anggaran yang semakin bertambah. Namaun Rhapsanty menganggap hal itu belum cukup. “Berkaca pada UU No 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional Bab II pasal 3 yang mengatakan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam  rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.  Sementara dunia  pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan,sarana dan prasarana yang kurang memadai,  sistem pendidikan yang tidak stabil, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Dengan melihat hal-hal tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Indonesia perlu berbenah dan harus mempersiapkan pendidikan yang lebih matang untuk masyarakatnya di seluruh bagian Indonesia bahkan di pelosok-pelosok yang sulit di jangkau sekalipun.”

Tentu saja dalam hal ini pemerintah sebagai sosok yang diamanatkan konstitusi untuk mewujudkan tujuan-tujuan haruslah segera berbenah agar sistem yang ada sekarang terus menjadi lebih baik.

2014, di tahun ke 69 Indonesia merdeka ini pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional mengangkat tema “Pendidikan untuk Peradaban Indonesia yang Unggul”.

“Dengan mengangkat tema tersebut diharapkan akan ada banyak manfaat dan segi-segi positif yang dapat diimplementasikan ke dalam dunia pendidikan, akses untuk mendapatkan layanan pendidikan yang lebih baik, beberapa kebijakan mengenai program beasiswa dan bantuan operasional, peningkatan kualitas pendidikan, serta  penerapan kurukulum 2013 untuk menuju  generasi emas, yaitu generasi yang kreatif, inovatif, produktif, mampu berpikir orde tinggi, berkarakter, serta cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia dapat menjadi suatu inovasi terbaru dari pemerintah untuk menuju kejayaan Indonesia di tahun 2045”, tutur Rhapsanty.

Sejatinya, apa yang menjadi cita-cita bersama akan mampu diwujudkan jika semua pihak ikut berpartisipasi dalam usaha meraih tujuan itu. Sebagai insan akademika yang mampu bertindak dan berpikir secara rasional dan kreatif, mari kita lakukan aksi lebih untuk Indonesia ini. Jadikan HarDikNas bukan hanya sebagai momentum, tapi cambukan untuk berjuang lebih keras lagi! Semangat! 🙂

Link berita: http://bisnis.liputan6.com/read/2016177/sby-seluruh-anak-indonesia-berhak-dapat-pendidikan

Speaker: Kak Rhapsanty Propeliena

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *