[Student Speak Up 27] Pemblokiran Vimeo dibanjiri Pro dan Kontra

          Berita pemblokiran Vimeo oleh Kemenkominfo membuat ‘geger’ dunia citizen minggu ini. Seperti dikutip dari detikinet, menurut salah seorang pengguna, Vimeo tidak dapat diakses dari jaringan internet milik Telkom, seperti Speedy. Sontak saja banyak netter yang mempertanyakan kebijakan pemblokiran ini. Pasalnya, Vimeo dikenal bukan sebagai situs porno, melainkan lebih sekadar situs berbagi video.

           Menurut Aris Tri Pambudi, #StudentSpeaker kita kali ini menganggap hal tersebut tidak terlalu memicu perhatian, karena situs berbagi video tersebut (vimeo) masih belum familiar dikalangan masyarakat disekitar saya (lingkup indonesia). “Karena masih ada situs berbagi video yang lebih populer yaitu youtube, meskipun demikian bagi para penguna vimeo mungkin ini adalah masalah besar. Pasalnya, Vimeo selama ini dikenal bukan sebagai situs porno, melainkan sekadar situs berbagi video seperti Youtube, yang bersifat UGC (user generated content) atau konten yang dikirim dan dilihat pengguna.”

Selidik punya selidik, ternyata pemblokiran ini dilakukan Telkom atas perintah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Dijelaskan Indra Utoyo, Director IT Solutions & Strategic Portfolio Telkom, hal ini sebagai tindak lanjut dari surat admin Trust+ Kominfo kepada seluruh ISP (internet Service Privider) tanggal 9 Mei 2014.
Di Twitter, Indra pun memposting daftar situs terlarang yang diminta Trust+ Kominfo untuk diblokir. Dimana dalam daftar itu memang benar terdapat Vimeo beserta sederet situs porno lainnya.

          “Berdasarkan sumber yang saya baca, pemblokiran situs vimeo ini masih sementara. Jadi masih ada kemungkinan situs ini dapat dibuka dan dapat diakses kembali. Namun jika dapat hak akses kembali, saya berharap dari pihak vimeo lebih bisa memfilter video-video yang diunggah para member disitus tersebut, untuk mencegah hal-hal yang negatif. Agar mengurangi penyebaran video-video porno yang saat ini penyebarannya susah dihentikan, demi kebaikan anak cucu kita nanti”, jelas Aris.

Menkominfo Tifatul Sembiring sendiri belum berkomentar banyak soal ini. Di situs mikroblogging, ia pun cuma berkomentar singkat, “Besok saya tanya staff, sekarang hari libur…”, singkat @tifsembiring.

          “Jika situs vimeo benar-benar diblokir secara permanent, mungkin akan ada banyak pihak yang merasa rugi. Namun jika hal ini lebih mendatangkan positif, kenapa tidak? Pemblokiran situs juga bertujuan untuk kebaikan masa depan generasi penerus bangsa berikutnya, berharap agar kedepannya moral di negeri tercinta ini bisa lebih baik lagi. Perlu menjadi perhatian, bahwa berdasar program MDG’s (millenium development goals) yang telah disepakati PBB, menargetkan tahun 2015 minimal 50% penduduk Indonesia harus sudah tersambung internet. Bayangkan apa yang terjadi kalau di saat itu nanti begitu mudahnya mengakses situs-situs porno? Maka kebijakan yang efektif harus segera dimatangkan dari sekarang.”

          Selain itu, jadilah pengguna yang kreatif namun dalam batas yang wajar! Semua layanan yang ada tentu memiliki dampaknya masing-masing. Dan bukan hal yang salah pula ketika pemerintah melakukan otorisasi pelarangan sebuah larangan. Namun sebagai warga Negara, menjadi pihak yang patuh tanpa memperhatikan arahan juga tak akan menjadi baik. So, be a smart user!


[box type=”shadow”]Link Berita
[/box]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *